Harga Minyak Naik Setelah Jatuh 3% Sesi Sebelumnya

Broker Online | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker online - Harga minyak naik tipis di awal perdagangan sesi Asia pada hari Jumat setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana kenaikan produksi minyak pada Agustus dan investor khawatir tentang kekuatan ekonomi global.

Minyak mentah berjangka Brent naik 83 sen, atau 0.8% menjadi $109.86 per barel. Minyak mentah berjangka WTI untuk pengiriman Agustus naik 70 sen, atau 0.7% menjadi $106,46 per barel.

Harga turun sekitar 3% pada hari Kamis.

Pedagang AS menyesuaikan posisi menjelang liburan akhir pekan 4 Juli yang panjang.

GAMBAR BROKER ONLINE

OPEC+

Pada hari Kamis, kelompok produsen OPEC+, termasuk Rusia, setuju untuk tetap pada strategi produksinya setelah dua hari pertemuan. Namun, klub produser menghindari membahas kebijakan mulai September dan seterusnya.

Sebelumnya, OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan produksi setiap bulan sebesar 648,000 barel per hari (bph) pada Juli dan Agustus. Hal ini mengalami kenaikan dari rencana sebelumnya untuk menambah 432,000 bph per bulan.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Kamis bahwa tidak akan secara langsung menekan Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyak. Tujuan untuk menahan lonjakan harga minyak mentah ketika dia akan bertemu raja Saudi dan putra mahkota pada kunjungan bulan depan.

Diberitakan, 74 pekerja minyak di Norwegia pada platform Equinor's Gudrun, Oseberg South dan Oseberg East akan mogok mulai 5 Juli. Serikat pekerja Lederne mengatakan pada hari Kamis, kemungkinan menutup sekitar 4% dari produksi minyak Norwegia.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt

PRODUCTS
RISK WARNING

Trading leveraged products such as Forex and CFDs may not be suitable for all investors as they carry a high degree of risk to your capital. Please ensure that you fully understand the risks involved, taking into account your investments objectives and level of experience, before trading, and if necessary seek independent advice

SOCIAL MEDIA