Miliarder AS Jim Rogers Sebut Dollar Sudah di Ujung Tanduk

Broker Online | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker online - Miliarder dan investor veteran Jim Rogers, pendiri Quantum Fund bersama miliarder George Soros, telah melihat akhir dari dollar. Dia menjelaskan bahwa mata uang internasional seharusnya netral tetapi di Washington sekarang mengubah aturan. Rogers menyebut Washington tidak bermain adil lagi.

"Saya memiliki dollar AS sebagian karena ketika gejolak datang, orang mencari tempat yang aman. Mereka pikir dollar AS adalah tempat yang aman untuk alasan historis," ujar Rogers.

"Sekarang jika Washington tidak menyukai Anda, mereka memberikan sanksi kepada Anda dan Anda tidak dapat menggunakan dollar AS," tegasnya.

GAMBAR BROKER ONLINE
Miliarder dan investor veteran Jim Rogers

Oleh karena itu, Rogers melihat banyak negara mulai mencari pesaing karena menganggap Washington tidak bermain adil lagi.

"Jadi, banyak negara mulai mencari pesaing - China atau Rusia atau India, Iran, Brasil … beberapa negara mulai mencari mata uang yang bersaing dan mereka harus melakukannya karena Washington tidak bermain adil lagi," lanjutnya.

Sejak Rusia memulai invasinya ke Ukraina, Amerika Serikat dan banyak negara lain telah menempatkan sanksi terhadap Rusia. Rusia memiliki sekitar 16% dari cadangannya dalam dollar AS dan 32% dalam euro.

AS adalah negara pengutang terbesar di dunia. Jadi, untuk alasan mendasar dan alasan politik, orang mencari mata uang yang bersaing.

“Saya belum tahu akan seperti apa. Saya harap saya cukup pintar untuk membelinya ketika Anda menemukannya. Saya tidak suka mengatakannya. Saya orang Amerika tetapi saya tidak suka melihat apa yang mereka lakukan terhadap dollar Amerika,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai apakah kripto bisa menjadi alternatif, Roger menjawab.

“Bisa jadi. Banyak orang telah menghasilkan banyak uang dengan berdagang crypto.”

Dia menjelaskan bahwa crypto bull karena cryptocurrency akan menjadi uang baru. “Saya tahu bahwa setiap negara di dunia sekarang sedang mengerjakan uang komputer, termasuk AS,” katanya. Namun, Rogers melihat bahwa AS tidak akan mengatakan itu adalah uang baru.

Mengenai cryptocurrency, dia mencatat bahwa pemerintah menyukai kontrol dan pemerintah menyukai monopoli.

"Saya tidak menyukainya tetapi begitulah pemerintah dan saya hanya menduga bahwa mereka akan mengenakan pajak atau mengaturnya atau melarangnya atau semacamnya karena mereka tidak ingin kehilangan kendali," ujarnya.

Rogers telah memperingatkan bahwa pemerintah dapat melarang cryptocurrency pada beberapa kesempatan. Dia mengatakan itu adalah alasan dia tidak berinvestasi di bitcoin. Namun, pada Mei tahun lalu, dia mengaku menyesal tidak berinvestasi di BTC.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt

PRODUCTS
RISK WARNING

Trading leveraged products such as Forex and CFDs may not be suitable for all investors as they carry a high degree of risk to your capital. Please ensure that you fully understand the risks involved, taking into account your investments objectives and level of experience, before trading, and if necessary seek independent advice

SOCIAL MEDIA